Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2011

Aku Melihat Indonesia


Karya Bung Karno



Djikalau aku melihat gunung gunung membiru

Aku melihat wadjah Indonesia

Djikalau aku mendengar lautan membanting di pantai bergelora

Aku mendengar suara Indonesia



Djikalau aku melihat awan putih berarak di angkasa

Aku melihat keindahan Indonesia

Djikalau aku mendengarkan burung perkutut dipepuhunan

Aku mendengarkan suara Indonesia



Djikalau aku melihat matanja rakjat Indonesia di pinggir djalan

Apalagi sinar matanja anak anak ketjil Indonesia

Aku sebenarnja melihat wadjah Indonesia

Kekasihku Komunis


Karya : Edward | Dibaca : 2499 Kali

Silahkan Lihat dan Kunjungi Karya Anda di BLOG SUKAINTERNET
Visit www.SUKAINTERNET.BLOGSPOT.com

Walau bagaimanapun, kau adalah kekasihku

Meski darah Komunis mengalir ditubuhmu,

dan kau bukanLagi asli perawan utuh,

sebab kemarin kita saling memacu

" aku masih ingat saat kau kejang "

Saat itu kau panggil dan minta agar aku berjanji mengawinimu


Cukuplah kiranya, darah komunis mengaliri tubuh sintalmu

Kembalilah pada kemurnian Pancasila


Yah, Pancasila

Kembali, pada saat orang cadel berkata

" P-A-N-C-A-S-I-L-A "

Yah, kau benar, PANCASILA

Dengan kemurnian luruh darah merah putih.

Rabu, 24 September 2008

Kok! ^_^


Oleh Joe El-Bangka

Sebegitu parahnya kau negeri?

Negeri kaya tapi kok rakyat sengsara

Apakah kemiskinan memang telah merajaimu garuda sakti?

Pantaskah yang katanya kau makmur dan sejahtera tapi kok malah melahap makanan sampah?

Kayu di lempar bisa tumbuh kok makan nasi aking?

Penghasil migas tapi migas kok langkah

Manjunjung adab kok ternyata biadab

Dimana sanjunganmu dulu, wahai bangsaku!

Mana gelar macan Asia yang dulu mengaum?

Sudah ompongkah gigimu garuda!

Kemana kharisma yang gagah itu?

Enggan aku untuk tersenyum

Sedih! Perih menyaksikan sakitmu semakin hari semakin parah saja!

Dalam doa ku haturkarkan ‘semoga kau lekas pulih’

(foto: aboutmiracle.files.wordpress.com)

Kamis, 14 Agustus 2008

BENALU RAKYAT


Gegap gempita cahaya bulan

Enggan untuk redup

Bumi binasakan kenistaan

Hanguskan rimba kebohongan

Binal liukan manja benalu

Merangkai pohon rindang

Ada ketergantungan

Merambah ke hulu

Hiasan unik nyentrik

Lambaikan mahkota kebanggaan

Rakyat Tersenyum pilu

Tertawa muak

Mati sisakan nama

Hilang tanpa makna

Makanan sisa pelampiasan

Terinjak kaki koruptor

09/08/08 12:43

Senin, 04 Agustus 2008

Ayo Bersuara!



Berteriak bebas lantangkan suara pedas

Ciptakan tulisan ganas

Sebagai bentuk kreatifitas

Demi kebenaran

Tunduk itu perlu tanda tawadhu

tunduk pada tirani

Sama dengan banci

Banci saja berani

Pejabat kaya luar biasa

Kaya karena mencuri

Memakan harta rampasan

Tak perlu jadi banggaan

Kaum tertindas makin tersikat

Tersikut bangkrut gulung tikar

Borjuis semakin bengis

Najis!

23:23/030308

Kamis, 17 Juli 2008

Bengkel Cinta




Saat aku kedinginan
kau beri selimut kasih

bila aku kepanasan
kau kipas dengan Lembut

Semakin suka
Semakin sayang
Semakin aku Gemes
he...he.....

Kaulah Bengkel Cintaku
Bengkel paling Dasyat
Bengkel kedamain
Pelipur sedih sedu dan sedan

Pelukan Terakhirku!
hmmmmmm

Rabu, 25 Juni 2008

Sakit Saraf Sejati


Kesejatian!
konon....
merasa tanpa meraba
mengetahui tanpa melihat

Kemurnian!
mengerti tanpa penjelasan
memahami tanpa mendengar
katanya....

puaskah?
akankah?

hanya tinggal ocehan
Nada penenang tidur
lagu sakit saraf!!!!
atau itu kunang-kunang liar?

Kamis, 12 Juni 2008

Siapa Dia


terhempas dari kegersangan
terpana pada khayal yang berkecamuk
tanpa kejelasan

binggung
linglung

tawa tetap jadi penyemangat
meski menertawakan diri sendiri
yang hanyut oleh endapan cerita
cerita tanpa makna

itulah aku
bergerilya cari pelipurlara
yakinkan hati
itu pelabuhan terakhir
meski ku tak tahu siapa dia
sungguh!!

( joe dalam imaji"13 Juni 2008)

Kamis, 17 April 2008

JOMBLO AJA KOK REPOT!


Malam minggu datang lagi, malam yang mengembirakan bagi pasangan muda-muda untuk membagi kasih. Indah menawan bak di Nirvana, apalagi bagi yang baru kasmaran sungguh malam indah yang dinanti-nantikan. Bertolak belakang dengan sang Jomblo, malam minggu adalah malam kesakitan, malam neraka yang menjemukan.
Di malam itulah segalanya dimulai , Ketika dua orang sahabat berstastus Jomblo berada di sebuah tempat tanpa ada orang lain yang di sekitar dan tanpa kegiatan yang melibatkan fisik, maka forum curhat tak akan pernah bisa dihindari. Itulah yang terjadi pada Ajie dan Joe. Kedua sahabat yang satu tempat tinggal (kosan) ini saling melempar isi hati, mengungkapkan kegundahan hati yang selama ini dipendam karena tak kuasa untuk diungkapkan. Padahal mereka berdua sudah hapal sekali kata-kata bijak yang megatakan “Seribu Rahasia Dapat Disembunyikan, Tapi Satu Perasaan Harus Dinyatakan.”
Dengan membawa segelas susu hangat dan satu bungkus Rokok Filter , Joe menghampiri Ajie yang sibuk sendiri melamun seperti tak ada semangat hidup
“Jie, malam minggu ini kau enggak kemana-manakan?” Tanya Joe pada sobatnya Ajie
“Enggak Joe” jawab Ajie Singkat.
“Bagus kalau gitu, kau ada waktukan? Aku pengen ngomong sama kau, mungkin ini waktu yang tepat untuk Aku ceritakan ke kau tentang sebuah aib besar yang menimpa diriku, mungkin juga diri kau Jie”.
“To the point Aja Joe, jangan banyak basa- basi, entar keburu basih lagi, “tandas Ajie.
Setelah mengatur napas sesaat Joepun mulai menyampaikan keluh kesah yang menganjal perasaannya yang selama ini dipendam karena gengsi yang berlebihan.
“Jie, belakangan ini Aku enggak ngerti dengan diri ku.” Joe membuka forum deklarasi tersebut dengan logat Seberang yang melekat, sebuah peryataan yang sangat menggelitik rasa ingin tahu Ajie.
“Emang kenapa sih elu, tadi salah makan ya?”
“Enggak tahu Jie, aku merasa ada yang aneh dalam hidup Aku”
“Emang Baru tahu gitu kalau Elu unik dan makhluk teraneh semargasatwa” Cetus Ajie sekenanya.
“Sialan Kau! Ngomong semaunya saja” dengan sedikit jengkel.
“Sory deh- sory, masa Kuda Nil tersinggung sih..hehey, yaudah lanjutin dongeng Elu, anggap tadi Intermezo, Oke!”
“Santai saja kau Jie, aku Cuma pengen tidak ada dusta antara kita, aku pengen kau juga berkata Jujur, saling bercerita, shering mengenai Aib Besar ini kawan ” jelas Joe.
“Emang apasih, maksud Elu, bikini gue ngeri aja?”
“Maksud Aku gini Bung! Coba kau perhatikan dengan seobjek-objektifnya, kurang apa sih Aku? Tampangkan sudah mirip Dirly Idol gini! tapi kok sudah setahun lebih ini Aku terjerembab dalam lembah hina kejombloan, jujur Aku gak habis pikir Jie.”
“Joe, kalau menurut gue sih kekurangan elo itu cuma satu doang…”
“Oh ya, apa itu?”
“Elu nggak punya kelebihan…”
Sialan!! Spontan jidat Ajie dipoles Joe.
“Hati-hati kau kalo ngomong” ujar Joe sambil melotot dan kelihatan marah.”Kau bikin Aku naik darah saja, kelebihan Aku kan banyak! tampang keren, macho, dompet tebal, apalagi coba?”
Ajie menarik nafas panjang. Ia tak sanggup untuk berkata-kata. Takut menyinggung perasaan Joe yang sudah terlanjur kecebur ramuan GR dan Sok Ganteng bikinan Paranomix semenjak usia dua bulan dalam kandungan. Akhirnya atas nama pertemanan Ajie memberi nasehat yang kali ini cukup menyenangkan Joe dan terkesan Tua atau Sok Kolot.
“Yah, ambil hikmahnya saja Joe, kalau dilihat sepintas jujur saja kita ini lebih beruntung, meskipun sekarang menjadi jomblo tetapi setidaknya kita masih bisa menjaga harapan dan tetap mempunyai kemungkinan untuk dapetin Nabila Shakieb atau Agnes Monica.”
Joe manggut-manggut...lalu nyeletuk “KITA” loe ja kalee gue mah enggak.,hehe....
“Jie, itu yang Aku suka dari Kau. Kau selalu bisa memandang hidup ini dari sisi positif. Thanks Bung, Aku jadi punya semangat lagi untuk terus hidup, berjuang dan berjuang. Ada keyakinan yang besar kalau Aku bakal jadian sama Sandra Dewi.”
“Busyeet……!!!???” Ajie tak bisa berkata-kata.
“Tapi Joe, sejujurnya elu tuh lebih beruntung ketimbang gue. Bagaimanapun elu pernah merasakan pacaran, merasakan kelembutan belaian wanita. sementara gue sampai detik ini tak sekalipun ada cewek yang mau membukakan hatinya buat gue. Gue selalu di tolak coy ”Dengan Muka memelas.
“Hmmm…”.
Joe menarik nafas panjang, ada keharuan yang menyeruak dari dalam dadanya atas nasib na’as yang di derita sahabatnya. Bayangin saja, 24 tahun belum pernah pacaran! Dan kalau sampai ulang tahun ke-25 nanti Ajie belum juga dapat gebetan atau cewek, sudah dapat dipastikan Predikat JOPER alias JOMBLO PERAK akan disandang Ajie. Sebuah predikat yang aib-nya bisa dirasakan sampai tujuh turunan. Padahal aib besar yang disandang atas predikat STMJ (Semester Tujuh Masih Jomblo)-pun belum sepenuhnya terehabilitasi.
Selain itu, dengan predikat Jomblo Perak di tangan, Ajiepun akan mempunyai kesempatan emas untuk menjadi kandidat ketua IJI (Ikatan Jomblo Indonesia), serta masuk nominasi dewan juri sebagai nominator penerima anugerah Jomblo of The Year atau Panasonic Award Katagori Jomblo Senior .
Itulah nasib dari seorang Ajie, pakar cinta yang tak pernah bisa menggapai cinta. Sungguh sebuah ironi kehidupan yang demikian nyata, sebuah Fenomena jejak manusia aneh tapi ada. Padahal jika dilihat secara Objektif Ajie merupakan sosok pemuda yang tidak diragukan lagi kecerdasannya, disamping pandai bergaul dan punya tampang tidak begitu jelek dia juga sosok pekerja keras.
“Kau kurang usaha kali Jie,” ujar Joe mencoba membesarkan hati Ajie.
“Yah Joe, kalau usaha mah jangan ditanya. Semenjak berseragam Putih-Merah gue udah praktek uji coba nyatain Cinta meskipun masih bau kencur. Lalu pas SMP gue cari refferensi Puisi-puisi percintaan anak-anak ABG. Kemudian waktu SMA gue udah lahap buku-buku tentang PDKT ,Novel-Novel tentang percintaan dari karya Khalil Gibran sampai karya Frendi.S. Juga Film-film Romantis dari versi Indonesia sampai Mancanegara juga tak ketinggalan gue tonton. Yang tak terlupakan dalam hidup gue dari SMA sampai Sekarang (baca=Mahasiswa) tak ketinggalan tiap malam gue berdo’a. Usaha apalagi yang kurang Joe.” Ungkap Ajie dengan tegas.
“Do’anya yang salah kali Jie.”
“Gue rasa nggak Joe,dah maut banget do’a gue, apalagi itu doa gue curi dari buku catatan harian abang gue yang konon kata dia kramat banget”
“Lu sih pake curi-curi doa aja, curi mantra kali, kayak difilm-film kuno zaman kerajaan aja lu” ledek Joe.
“Zaman Fir’aun ngojek kali!terus aja ledek gue, biar elu puas sampai kenyang” Gerutu Ajie.
“Peace! Lanjutin saja cerita kau Bung” pinta Joe.
“Lagian lu Bikin gue kesel aja, bukan cari solusi malah bikin polusi, ujar Ajie.
“Yo..mari hehe! Yaudah Emang gimana do’a yang kau curi dari kitab Mahabrata abang kau?”
“Iyakan ngeledek lagi”
“Bukan ngeledek Bung! kau saja yang terlalu sensitif dari tadi” tutur Joe.
“Tapi elu jangan nyontek ok!Gini nih Do’anya, Ya Tuhan mohon Engkau bukakan hati seorang wanita yang manis untuk mencintai hamba, Tunduk patuh pada hamba, mau terima hamba apa adanya, ya Tuhan datangkanlah, kalau dia jauh suruh dia mendekat, kalau dia dekat suruh dia melekat. ya Tuhan Datangkanlah, datangkanlah”
“Oooh gitu Do’anya, keren juga tuh, Aku jadi merinding!dan tapi sampai sekarang Do’a kau belum terkabul juga Jie…”
“ya..iyala...masa Iya-kanaq budu waiya-kanasyta’in sih!. Kalau udah Terkabul ngapain gue Cerita Rahasia berharga ini ke loe”
“Yo sepakat deh dari pada aku bonyok, Jie Aku ada saran untuk Kau?” kata Joe
“Saran Apaan?” Dengan Acuh tak acuh
“Nah itu Jie, menurut Aku Tuhan nggak suka dengan do’a kau yang seperti itu. Berbelit-belit tanpa tujuan yang pasti. Saran Aku, kau ganti aja do’a kau itu , kalau wanita yang mencintai kau nggak datang-datang juga, sekarang kau minta saja supaya kau enggak mencintai wanita...gitu aja kok Repot, hehe!”
“EDAN!” ujar Ajie kesal lalu pergi meninggalkan Joe.


· Hanya Imajinasi Penulis, terinspirasi dari obrolan yang zig-zag ( April 2008)

Pengecut


Akhirnya aku datang juga. Aku tidak bisa menahan perasaanku untuk tidak menhadiri pesta ulang tahunnya. Aku hanya ingin melihatnya dari jarak yang agak jauh, dari tempat yang agak terlindung dari keramaian. Dari balik malam, dengan leluasa aku bisa melihatnya tertawa dan tersenyum tawa dan senyum yang dibuat-buat di hadapan para tamu.
Tempat dia berdiri menunggu tamu cukup terang bagi mataku, meski tempat itu hanya ditaburi cahaya merah yang redup. Aku masih bisa merasakan pancaran matanya yang pedih. Aku merasa dia sedang menunggu kehadiranku . Aku berusaha bersembunyi di balik kerumunan para undangan yang berseliweran di dalam ruangan. Tapi sejenak aku ragu, apakah benar dia menungguku? Ah, jangan-jangan itu hanya perasaanku saja. Aku yakin dia kecewa dengan aku. Dia kecewa karena pernah kusakiti.
Hampir setiap malam aku resah dan gelisah memikirkan dirinya. Kadang dari kegelapan malam aku berdoa semoga dia baik-baik saja. Malam itu Aku seperti mata-mata atau intelejen yang sedang mengintai mangsa dan buruannya. Atau mungkin aku seorang pengecut yang tidak berani menunjukkan batang hidung setelah kegagalan yang menyakitkan hatinya. Atau bisa jadi aku telah menjadi pecundang dari kenyataan pahit ini.
Seiringkali aku dibakar api cemburu ketika ada lelaki yang menghampirinya dan menggodanya. Api cemburu itu semakin menjadi-jadi malam itu ketika ku lihat dia meladeni lelaki yang tak ku kenal dengan senyum dan tawa. Dan hatiku benar-benar hangus ketika kulihat dia memberikan potongan kue ultahnya yang biasanya untuk diriku seperti ultahnya tahun lalu. Saat itu juga batok kepalaku terasa remuk melihatnya.
Oh! Acha andai kau tahu betapa aku menyesal dan sangat menyesal ,apakah kau masih sudi menerimaku.
Aku merasa aku telah membunuh dirinya dengan cintaku. Masih ku ingat bagaimana proses jatuh hati ini kualami?. Saat itu aku diajak oleh kawan karibku, Batex teman waktu SMA datang pada reunian SMPnya. Kawanku itu menemui mantan pacarnyanya, Ira. Sedangkan aku hanya bengong-bengong di ruangan sambil minum menikmati hidangan alakadarnya. lalu Seorang gadis manis paruh baya menghampiriku. Dengan mata genit dia menyapa “kenapa kamu diam saja? Aku bilang bahwa aku lagi Sariawan hehe!, biasa bercanda adalah hobiku dari dulu. Lalu dia menghampiriku dan duduk disamping kursiku. dia bilang nama kamu siapa? dia mengajakku berkenalan , aku jawab dengan dingin namaku Bim-Bim, biasa nama panggilan dari teman-teman, lalu akupun antusias menanyakan namanya, ternyata gadis montok nan seksi itu bernama Acha, Umur 17 tahun. Dalam hati aku tertarik juga dengan tu cewe.
Seiring berjalannya waktu Acha begitu cepat akrab denganku bercerita ria tanpa beban dari bertukar pengalaman sampai bertukar nomor Handphone (HP) kami lalukan.akhirnya acara reunian itu selesai aku mengantar gadis itu samapi keluar ruangan. Dengan malu-malu gadis montok nan seksi itu menggandeng tanganku. aku hanya diam dan tidak berkata-kata. Kalau rezeki memang takkan kemana pikirku .kulitnya halus membuat jiwa kelelakianku berontak. Tapi akh! Aku berusaha biasa-biasa saja.
Di luar ternyata kawanku, Batex asik bermesraan dengan pacarnya. Batex melihat kami dengan bersiul dia menggoda kami. Acha hanya tersenyum simpul dan salting (salah tingkah) menanggapi siulan Batex yang biasa untuk menggoda burung tetangga tersebut.
Setelah semua selesai kamipun pulang ke rumah masing-masing. Sebelum pergi kukerlingkan mataku kewajah Acha.Dari wajah imutnya terpancar perasaan gembira dan penuh keceriaan. Aku jadi gembira melihat tingkahnya yang memelas seakan ingin selalu bersamaku (PD banget!!!) .
Malam itu aku jadi tak bisa tidur memikirkan senyuman mautnya. Apakah ini yang disebut jatuh cinta?ukhhh gumamku.
Karena kantuk tak juga datang ku beranikan diri untuk menelponnya. Wah nada sambungnya juga seksi terdengar nada lagu Band Padi, Maha Dewi. membuat aku semakin terenyuh dan tak sabar untuk berbicara dengannya.
Singkat cerita, kamipun janjian untuk ketemuan di Ramayana Cimone-Tangerang.pulang sekolah aku langsung naik mobil 01 dari Ahmad Yani, tempat SMA ku menuju Ramayana. Tak ku duga ternyata Acha sudah duduk manis menungguku didepan halte Ramayana. Akupun menghampirinya lalu kamipun berjabat tangan.
Aku menatap wajah yang manis itu. Entah kenapa hari itu aku sangat bahagia. Mungkinkah karena ada dia disampingku.Aku benar-benar terbius dengan kecantiakan wajahnya. Bibir merah dibaluti lipstik tipis. Semakin menambah keseksian bibirnya. Mungkin aku terjebak pada pancaran matanya yang begitu diliputi kepolosan sekaligus apa adanya. Tanpa bertele-tele akupun mengunggkapkan isi perasaanku dengan sejujurnya padanya. Dia diam dan mengatur napasnya sejenak. Setelah itu tanpa kuduga dia menerima aku sebagai pacarnya. Dan yang membuat aku semakin gembira, katanya kamulah orang pertama yang bisa membuatku jatuh cinta.(ceilee segitunya bro…!! bohong!bhong, hehe)
Kemudian kamipun masuk kedalam Ramayana untuk minum es krim dan setelah itu kami pulang.
Keesokan harinya kami selalu bertemu, meskipun hanya sepulang sekolah. Itu hanya Senen, Rabu dan kamis. Karena tiga harinya Acha aktif diekstrakulikuler SMAnya.meskipun baru baru kelas dua dia aktif di kepramukaan dan OSIS. Dan aku juga sibuk dengan bimbel (bimbingan belajar) karena aku akan menghadapi ujian akhir kelulusan.
Sabtu itu ketika sehabis bimbel HP ku berdering. Spontan aku angkat karena yang nelpon adalah Acha sang penghibur hatiku. Dia mengajakku makan malam dirumahnya sekalian apel (malam mingguan). Aku amini permintaannya walaupun aku segan kepada orang tuanya.
Malam itu bisa dibilang malam istimewa karena aku hadir ditengah keluarganya, walaupun aku merasa asing dalam keluarganya.
Ayahnya termasuk demokratis dan tidak neko-neko, welcome dengan kedatanganku tidak seperti ibunya yang cenderung acuh tak acuh dengan kehadiranku.
Akupun diajak Acha keruang tamu dengan disuguhkan bajigur hangat yang membuat dinginnya AC Ruangan tamunya tak terasa.
Malam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB, kami asik berdua saja.
plak ! spontan dia mendekapkan kepalanya ke dadaku. Aku membelai-belai rambutnya yang sebahu. Tiba-tiba saja aku merasa menjadi seorang raja yang selalu ingin bersanding pada permaisurinya.( romantis banget coy! Gue gitu loh..hehe).
setelah itu akupun pamitan dan pulang.
Ujian telah satu minggu lagi dimulai, aku sibuk dengan bimbel dan persiapan-persiapan lainnya. Kami pun break bertemu untuk sementara. Dan dia juga memahami keadaanku saat itu, aku harus berjuang demi kelulusan ujianku dan demi masa depanku.
Ujian selesai. Aku pun lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Dan sampailah aku berpikir untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi terkemuka di Serang- Banten.
Dari situlah petaka Neraka itu datang menghampiri kasih kami. komunikasi sempat terhambat, disamping dia sibuk mempersiapkan ujiannya aku pun sibuk dengan kegiatanku sendiri. Misscomunicatiaon antara kami tak bisa dielakkan. Padahal aku telah berjanji untuk sering menemui dan berkunjung kerumahnya. Janji hanyalah tinggal janji tapi realitanya tidak terbukti. Mungkin dia berpikir yang macam-macam akhirnya dia memutuskan untuk pisah dengan ku. (sedih oyyyyy).
Aku terima keputusannya meskipum itu juga hanya via SMS pada hari sabtu jam 17.30 wib aku masih ingat. Aku sebenarnya sakit tapi mungkin inilah yang terbaik saat itu.
Ketika Aku terenyuh dari lamunan Nostalgia yang klise itu dan tanpa kusadari pesta ulang tahunpun selesai dan aku pulang dengan langkah kaki gontai, seperti langkah panglima yang kalah dalam perang dan bak bandar togel yang bangkrut.
Itulah kisah pahit hidupku yang sampai detik ini tak bisa kulupakan dan tersimpan rapi dalam catatan harianku. (April 2008)

*Terinspirasi dari kisah Sahabat

Kamis, 10 April 2008

Indonesia Dalam Derita


Ku teguk anggur mahadewa
Kucicipi madu sabdanya

Ingin kumakan Bumi
Jika kulihat dirinya
Menghisap darah Bumiputera


Ingin kutelan Bintang
Tatkala kusaksikan kisahnya
Grogoti negeri sendiri


Ingin kupecahkan Matahari dan Bulan
Andai kuikuti jejaknya
Menjajah bangsa sendiri


Menagis
Mestikah kutangisi

Merintih
Perlukah?

Indonesia tanah subur “Gemah Ripah Loh Jinawi”
Katanya!

Indonesia pusaka
Sampai kapan kau keluar dari derita?

Indonesia
Tetap kubangga

Sampai akhir raga!


(JOE' 22:00 10/04/08)



Minggu, 30 Maret 2008

JASAT


Jasat


Kau jasat


Selalu tunduk dengan suruhan tangan


Patuh pada petuah lidah


Jasat


Kau malu


Jasat! Tapi kau mau


Jasat !


Sosok aneh mengundang tawa (JOE" Renungan Meret’08)



Kamis, 27 Maret 2008

KALAH DAN MENANG



Tidak

Bagiku tidak ada kalah dan menang

Sebab sudah

Kuputuskan,

Bahwa kemenangan

Sudah pasti untukku saja.

Kalah tinggal pada mereka yang lain:

Yang mengeluh

Bila terjatuh

Yang menangis

Bila teriris

Yang berjalan

Berputar-putar

Dalam belantara

(Sutan Takdir Alisjabana)


Selasa, 25 Maret 2008

Tuhan bete dan cape ?



Mungkin Tuhan Bete?

Menyaksikan Mulut kaki terkunci

Diam kaku bak peti mati

Alihkan wacana sibuk berteori

NATo!

No Action Talking Only

Malu atau takut!

Ungkapkan kesalahan sepuh

Tapi tak semua


Atau Dia mulai Cape ?

Menengok koar generasi picik

Berperas keringat

Bermandikan darah

Menjual idealisme

Demi berhala yang bernama

Kedudukan !

tapi tak semua


berteriak turun kejalan

Berdemonstrasi?

Sekedar Aksi ?

Cari Simpati atau Sensasi ?

Idealiskah?

Semua mengatasnamakan kepentingan Rakyat

Tapi tak semua

(Joe'siregar 2008)


05/01/08